Selamat Datang di Heru Site http://heru07.blogspot.com, silahkan tinggalkan pesan di buku tamu. dan jika ingin kirim-kirim salam lewat running teks ini silahkan berkunjung ke email saya, facebook, atau buku tamu terima kasih... ==> Pesan: - untuk nova hardiyani putri, miss u, nice selalu, ^_^ ===== mufari zuddien ngeri yo dapat A sidangnya hehehe... ====== buat sigit di kampung jangan lupa oleh2 nya ======= buat bowo doero, mantaplah ====== bang reza my brother, mantap slalu, mantap kan my blog brubah navbarnya ========= buat bang yudhi, salam salsa nya, hehehehe,,, smngat,,, ========= buat ivan juson, sandy, husni, jefri, atan, agunk, zein, dan sahabat2 lainnya yang gak disebut, sukses slalu ======= yuks mari ramai2 gabung di http://www.letthestory.com ===== buat pam yang udah koment di buku tamu thanks yo... ===== yang lainnya segera coment ya tinggalkan pesan, thanks...

Sabtu, 16 Juli 2011

Apakah Sudah Ada Pergerakan...?

Sebentar lagi pemilihan presiden Indonesia akan terpilih, tahun 2015. Lewat pemilihan langsung dan dengan beberapa kali putaran tentunya ketika suara tidak mencapai yang diperhitungkan berapa persen nya dari masyarakat Indonesia. Dahulu SBY menang mutlak dengan suara terbanyak dan menjadi presiden Indonesia untuk kedua kalinya sehingga membangun kabinet Indonesia bersatu putaran ke-2.

Apakah kali ini pergerakan gejolak tersebut telah mulai dirasakan oleh personal masing-masing ketika kita dalam menjalani sebuah kegiatan atau acara. Yaitu tentang dimana sebuah bahasa, body language, hingga retorika personal untuk mencari sebuah pemahaman yang sama dalam satu tujuan.

Yaitu tujuan dengan senang hati menawarkan pergerakan-pergerakan 1 tujuan, misi, pemahaman dan juga pergerakan sehingga menjurus ke politik. Yha, yaitu pergerakan politik. Siapa yang tidak kenal politik. Secara tidak sengaja kita pasti saja mengetahui dan menjalankannya pastinya. Apalagi politik tersebut sejalan dengan apa pemahaman yang kita fikirkan.

Haruskah ada terselung atau curi start dalam kata awamnya, ataukah haruskan politik money change diubah kini menjadi politik balas asih, dengan menawarkan proyeksi jangka panjang dalam memperoleh suara. Sah-sah saja ketika tujuan itu mulia dilakukan bukan akan dasar pemikiran pedagang atau pemikiran hanya ingin memperoleh keuntungan tidak akan rugi. Di dalam politik seharusnya tidak hanya melulu memikirkan kuasa dan kuasa. "Political power is the power" , tetapi bagaimana politik diciptakan untuk membangung yang lebih baik.

Jaman khalifah saat beradanya masuknya pemahaman ajaran agama Islam, sebenarnya sangat sulit akan mencari sesosok seorang pemimpin. Karena ketika ingin diangkat menjadi pemimpin ia harus banyak memikirkan bagaimana kedepannya, begitu beratnya menanggung dosa apabila kita salah dan melakukan kesalahan. Dan juga apabila kita tidak bisa bertanggung jawab.

Di Jepang, ketika seorang mentri atau petinggi politik tidak mampu mensejahterakan kaumnya tentunya ia akan "harakiri" atau bunuh diri. Dimana ia menyesali akan perbuatannya yang tidak bisa mensejahterakan masyarakatnya. Kebalikan dengan di Indonesia. Semua orang siap menjadi walikota, siap menjadi gubernur, siap menjadi ketua lainnya dan presiden. Tapi apakah dalam hal positifnya ia tidak memikirkan kualitasnya bagaimana menjadi pemimpin. Harusnya kaca di Indonesia lebih dibanyakan, bukan untuk membuat global warming, tapi untuk membuat pejabat tinggi berkaca untuk kemajuan bangsanya, bukan hanya untuk ia dan kelurganya.. (hru)

0 komentar: