Selamat datang PSSI baru, selamat bekerja juga pssi baru, sampai saat ini kita semua mulai melihat hasil kinerja hingga sampai detik ini dan menit ini dengan semua keputusan kontroversial yang sangat memakan korban banyak tentunya bagi insan sepak bola Indonesia. Banyak juga yang tersenyum dan menikmati dari hasil kemengangan setelah membunuh saudara-saudaranya sendiri demi sebuah ideologi dan kepentingan kelompok.
Dari keputusannya saja sudah sangat banyak yang menjadi korban dan sangatlah berani dalam memberikan sebuah skema baru yang bisa dibilang kualitas nya itu-itu saja. Mementingkan kelompoknya dahulu dan kemudian memberikan kesempatan bagi pihak lain, bagaimana sepak bola mau maju ketika harus dihambat oleh pengurus-pengurus yang membuat keputusan mementingan suara kelomponya dan merubah sesuatu yang tidak baik demi agar dikatakan bahwa PSSI telah revolusi, dimana revolusinya.
Hal ini nantinya pasti bisa menjadi bumerang bagi masyarakat Indonesia yang senantiasa menjatuh kan Nurdin Halid dan kemudian mengiginkan revolusi yang bisa dikatakan tidak ada dan malah semakin bobrok, sama seperti jaman soeharto. Saya bukan simpatisan Nurdin tapi saya juga bukan tidak memihak pssi yang sekarang, ketuanya saja orang kita orang tanjung pura, sumut, tapi jika keputusan nya tidak sama yang seperti kita inginkan untuk apa kita mendukung. Salah satunya melumat liga indonesia jadi 2 wilayah lagi, satu sisi ada baiknya transportasi murah tapi masalah mutu bagaimana juga bagaimana persaingan sebelumnya yang telah mereka lalui dengan darah seperti persidafon dan lainnya, dimana mereka saat itu penguruh yang baru ini apakah tidur.
Saya rasa tidak ada berubahnya pengurus dahulu dengan yang sekarang dengan keputusan seperti itu, ada baiknya dipikirkan kembali agar anda semua tidak lengser di bangku anda. Klub LPI untungnya saja sudah bisa di mengerti, itu pun tindakan dilakukan karena takut lengser karena banyak ancaman dari pihak klub dan suporter lainnya, jika tidak lanjut saja.
Tidak yakin untuk kedepannya bagaimana, semoga tuhan yang menolong sepakbola kita, dan memberikan penerang mungkin melaui peringatan azab atau kesadaran atau lainnya. Semoga yang diatas bisa semakin sadar, jika tidak sampai lebaran monyet pun kita gak akan bisa maju persepak bolaannya ketika ajang timnas juga yang lainnya. (hru_)
0 komentar:
Poskan Komentar